Bertempat di Ruang 410 Lantai 4 Gedung Sekolah Pascasarjana UGM, Program Studi Magister Manajemen Bencana (MMB) menggelar seminar hasil penelitian dari mahasiswa angkatan 2022, Retno Argian Pangesti Putri. Dalam kesempatan tersebut, Retno mempresentasikan temuan penelitian tesisnya yang berjudul “Integrasi Pemodelan Inundasi Tsunami dengan Penilaian Kerentanan dan Kapasitas untuk Penyusunan Strategi Mitigasi Tsunami di Pesisir Kota Palu.”
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya risiko tsunami di Kota Palu, wilayah yang secara geografis terletak di cekungan sempit Teluk Palu dan dilalui oleh Sesar Palu-Koro yang aktif secara seismik. Melalui pemodelan genangan tsunami dengan berbagai skenario kekuatan gempa, Retno mengidentifikasi wilayah-wilayah pesisir dengan potensi dampak paling parah, serta mengkaji tingkat kerentanan dan kapasitas masyarakat berdasarkan aspek fisik, sosial-ekonomi, dan institusi.
Sebanyak 18 kelurahan pesisir dikaji dalam penelitian ini dengan pendekatan mixed methods, yaitu kombinasi metode kuantitatif dan kualitatif. Pemodelan dilakukan melalui simulasi hidrodinamika dua dimensi, sementara penilaian kerentanan dan kapasitas didasarkan pada survei terhadap 202 responden serta wawancara mendalam dengan institusi kunci seperti BPBD, BMKG, dan Dinas PUPR. Zona bahaya dikelompokkan menjadi zona merah (tinggi), kuning (sedang), dan hijau (rendah), dengan Besusu Barat, Tondo, dan Talise termasuk dalam kategori paling rawan.
Salah satu temuan penting adalah identifikasi wilayah dengan “kombinasi kritis”: kerentanan tinggi dan kapasitas rendah. Wilayah seperti Besusu Barat, Mamboro, Watusampu, dan Nunu termasuk dalam kategori ini dan disebut membutuhkan intervensi mendesak berupa strategi mitigasi yang menyasar aspek struktural dan nonstruktural. Misalnya, penyediaan shelter tahan tsunami, pelatihan evakuasi rutin, hingga pemberdayaan komunitas lokal melalui literasi kebencanaan. Retno juga mengintegrasikan analisis SWOT (Threats, Weaknesses, Opportunities, Strengths) untuk merumuskan strategi berbasis kekuatan dan potensi lokal. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas institusi lokal melalui pelatihan, koordinasi lintas aktor, dan digitalisasi sistem peringatan dini berkontribusi signifikan dalam menurunkan tingkat kerentanan masyarakat.
Dalam sesi tanya jawab, para pembimbing dan peserta seminar mengapresiasi pendekatan integratif yang digunakan Retno, serta usulan strategis yang kontekstual dengan kebutuhan masyarakat Palu. Melalui penelitian ini, Retno menegaskan bahwa strategi mitigasi tsunami tidak bisa diseragamkan. Intervensi harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah, memadukan sains kebencanaan, pemodelan spasial, dan suara komunitas lokal.