Upaya mitigasi bencana merupakan kerja holistik yang memiliki banyak dimensi dan irisan, termasuk terkait upaya konservasi cagar budaya. Inilah yang menjadi tema besar penelitian tesis Andri Pratiwi dalam seminar proposalnya pada hari Rabu, 21 Mei 2025 yang berjudul “Penilaian Risiko Multibencana Bangunan Cagar Budaya Nasional di Kota Yogyakarta.” Penelitian ini, menurut Andri, bertujuan untuk mengkaji tingkat ancaman bencana terhadap aset-aset budaya nasional yang tersebar di pusat kota bersejarah tersebut. Dalam forum ini, Andri memaparkan metodologi dan ruang lingkup penelitiannya kepada para dosen pembimbing serta sesama mahasiswa untuk memperoleh umpan balik dan penyempurnaan sebelum melanjutkan ke tahap pengumpulan data.
Berita
Program Studi Magister Manajemen Bencana Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan seminar proposal penelitian pada Rabu, 21 Mei 2025. Dalam seminar tersebut, mahasiswa Nabilla Auriel Fajarian mempresentasikan rancangan penelitian tesisnya yang berjudul “Penguatan Kapasitas Forum Anak Umbulharjo dalam Menghadapi Bencana Erupsi Gunung Merapi dengan Pemberdayaan Berbasis Proyek.” Kegiatan ini bertujuan untuk mendengarkan dan mengumpulkan masukan konstruktif dari para dosen pembimbing serta rekan mahasiswa untuk menyempurnakan rencana penelitian yang akan dilaksanakan.
Program Studi Magister Manajemen Bencana Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada baru saja menggelar seminar hasil penelitian mahasiswa Jacqueline Clara Bakarbessy pada Rabu, 21 Mei 2025. Penelitian berjudul “Kecerdasan Semiotik Masyarakat Negeri Waai terhadap Bencana Gempa Bumi di Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku” menjadi sorotan karena mengangkat dimensi kultural dan filosofis dalam kesiapsiagaan masyarakat adat terhadap bencana alam. Didampingi oleh dua dosen pembimbing, Prof. Ir. Joko Sujono, M.Eng., Ph.D. dan Prof. Dr. Sri Rum Giyarsih, M.Si., Jacqueline memaparkan bagaimana masyarakat adat Negeri Waai membentuk sistem pengetahuan kolektif yang mampu merespons bencana secara cepat dan kontekstual, jauh sebelum adanya intervensi dari sistem peringatan modern.
Yogyakarta, 11 Maret 2025 – Bertempat di Ruang Sidang B lantai 5 Gedung Sekolah Pascasarjana, pada hari Selasa 11 Maret 2025, dilaksanakan ujian tesis mahasiswa Prodi Magister Manajemen Bencana atas nama Titik Firmantini. Setelah welewati rangkaian prosedur dari seminar proposal hingga seminar hasil, Titik Firmantini akhirnya mempresentasikan tesisnya yang berjudul “Pengaturan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) di Kawasan Rawan Banjir di Sebagian Wilayah Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta” di hadapan tim penguji. Penelitian ini membahas keterkaitan antara kepadatan bangunan di wilayah tersebut dengan peningkatan risiko banjir serta merumuskan solusi kebijakan untuk mitigasi yang lebih efektif.
Yogyakarta, 12 Maret 2025 – Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Ujian Proposal Tesis bagi mahasiswa Magister Manajemen Bencana. Acara ini berlangsung di Ruang Sidang B lantai 5 dan dihadiri oleh tim penguji serta pembimbing.
Siti Hairullina selaku mahasiswa mengajukan tesis dengan judul “Evaluasi Strategi Mitigasi Non-Struktural dalam Mengurangi Risiko Bencana Tsunami di Desa Kuta, NTB.” Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas strategi mitigasi non-struktural dalam mengurangi risiko dan dampak bencana tsunami di Desa Kuta, Lombok Tengah, NTB.
Yogyakarta, 12 Maret 2025 – Prodi Magister Manajemen Bencana Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menggelar sidang proposal tesis sebagai bagian dari proses akademik mahasiswa. Mahasiswa LR. Riska Iin Oktarina N. mempresentasikan proposal tesisnya yang berjudul “Penentuan Area Prioritas Program Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana Banjir melalui Pengembangan SNI 8197 Tahun 2015 (Kasus di Kabupaten Kendal)” di Ruang Seminar B, lantai 5, Gedung Pascasarjana UGM di hadapan Prof. Dr. Djati Mardiatno, S.Si., M.Si. dan Dr. Nugroho Christanto, S.Si., M.Si selaku dosen pembimbing, serta Prof. Dr. Ir. Joko Sujono, M.Eng. dan Dr. Ir. Dina Ruslanjari, M.Si. selaku dosen penguji.
Yogyakarta — Program Magister Manajemen Bencana (MMB) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar Workshop Kurikulum dan Temu Alumni bertajuk “Menjawab Tantangan Prodi MMB ke Depan” pada Senin, 3 Februari 2024. Bertempat di Yudistira Hall, The Alana Hotel, kegiatan ini menghadirkan berbagai pemateri dari instansi terkait kebencanaan serta akademisi guna mendiskusikan pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pasar kerja.
Kegiatan ini dibuka dengan sambutan dari Kaprodi MMB Dr. Ir. Dina Ruslanjari, M.Si. yang menyampaikan kilas balik perjalanan Program Studi (Prodi) MMB sejak didirikan 14 tahun lalu. Dr. Dina menekankan pentingnya kerja sama MMB dengan Pusat Studi Bencana Alam (PSBA) dalam berbagai aktivitas penanggulangan bencana. Ia juga mengungkapkan rencana sertifikasi kebencanaan bagi mahasiswa sebagai upaya meningkatkan kompetensi lulusan.
Sleman, DIY – Program Studi Magister Manajemen Bencana Universitas Gadjah Mada (MMB UGM) berkesempatan melakukan kunjungan edukatif ke Sekolah Air Hujan Banyu Bening pada hari Selasa, 14 Januari 2025. Sekolah ini berlokasi di Gg. Tempursari, RT.02/RW.027, Blekik, Sardonoharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kunjungan ini menjadi momen penting dalam memperluas wawasan mahasiswa mengenai pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan, khususnya air hujan yang itu merupakan salah satu solusi mengatasi problematika bab air di Indonesia bahkan Dunia.
Dalam rangka menghadapi kompleksitas tantangan kebencanaan, Prodi Magister Manajemen Bencana (MMB) Universitas Gadjah Mada dan Departemen Manajemen Krisis Chiba Institute of Science menjalin kerjasama penelitian tentang praktik manajemen bencana partisipatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik-raktik kolaborasi proaktif komunitas lokal dalam membangun masyarakat tangguh bencana.
Penelitian ini berupaya mempelajari lebih dalam pengalaman lokal dan inovasi yang telah diterapkan dalam konteks bencana, yaitu program sister village yang terbukti berhasil di kawasan Gunung Merapi. Konsep ini dibentuk berdasarkan pengalaman penanggulangan bencana pada erupsi Gunung Merapi tahun 2010. Tujuan utama program ini adalah membangun jaringan kerjasama antara desa yang berpotensi terdampak bencana dengan desa yang lebih aman. Desa Umbulharjo, sebagai contoh desa yang menerapkan program ini, telah menunjukkan bagaimana kolaborasi antar desa dapat menciptakan sistem tanggap darurat yang lebih responsif, dengan memanfaatkan berbagai sumber daya lokal, dan terbukti mampu memperkuat solidaritas sosial dalam masyarakat.
Program Studi Magister Manajemen Bencana UGM dengan antusiasme penuh menyambut kolaborasi yang diinisiasi melalui program Linnaeus University Doctoral Mobility Funds, yang menjembatani kerjasama penelitian antara Swedia dan Indonesia. Selain Universitas Gadjah Mada, Universitas Syiah Kuala menjadi salah satu institusi Pendidikan tinggi yang berkolaborasi langsung dengan Linnaeus University dalam upaya memperkuat penelitian di bidang manajemen bencana.
Adalah Ester Jayadi, salah satu mahasiswa doktoral yang mengikuti program ini dengan fokus pada kesiapsiagaan, sistem informasi dan manajemen kinerja dalam konteks rantasi pasok kemanusiaan. Dilansir dari laman situs Linnaeus University, Ester mengungkapkan bahwa ia memperoleh pemahaman yang mencerahkan dari kunjungannya di Prodi MMB. Lewat diskusinya dengan Dr. Ir. Dina Ruslanjari selaku Kepala Prodi MMB dan praktisi yang malang-melintang di dunia kebencanaan, menyoroti berbagai isu seperti perebutan pengaruh antar organisasi kemanusiaan, kebutuhan mendesak akan sistem informasi yang terintegrasi, dan pentingnya menjangkau populasi yang lebih luas dalam survei. Sementara Dr. Retnadi Heru Jatmiko, Kepala Laboratorium Remote Sensing dan Kepala Penjaminan Mutu Akademik MMB UGM menekankan pentingnya kesiapsiagaan, penilaian risiko dan standardisasi sistem informasi terkait rantai pasok kemanusiaan.