Program Studi Magister Manajemen Bencana (MMB), Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, menyelenggarakan Seminar Proposal Tesis mahasiswa atas nama Silfani pada Jumat, 19 Desember 2025, bertempat di Ruang 410 Lantai 4 Unit 1 Gedung Sekolah Pascasarjana UGM. Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan akademik wajib dalam proses penyusunan tesis mahasiswa MMB.
Dalam seminar proposal tersebut, Silfani mempresentasikan rencana penelitian berjudul “Kapabilitas Kesiapsiagaan Kelembagaan untuk Wisata Edukasi Geohazard di Geopark Sumbu Imajiner Yogyakarta: Analisis DPSIR”, yang dibimbing oleh Prof. Dr. Sri Rum Giyarsih, M.Si. sebagai Pembimbing I dan Dr. Bevaola Kusumasari, S.IP., M.Si. sebagai Pembimbing II.
Penelitian ini berangkat dari urgensi penguatan government capability sebagai prasyarat tata kelola kebencanaan yang efektif, khususnya pada dimensi kesiapsiagaan kelembagaan. Dalam paparannya, Silfani menekankan bahwa kesiapsiagaan sering kali menjadi aspek terlemah dalam sistem manajemen bencana, terutama di negara berkembang, meskipun berperan krusial dalam menghadapi kompleksitas risiko multi-bencana di kawasan wisata.
Geopark Sumbu Imajiner Yogyakarta dipilih sebagai lokasi penelitian karena memiliki karakteristik unik berupa kerentanan multi-ancaman geologi, mulai dari aktivitas vulkanik Merapi, gempa bumi akibat Sesar Opak, hingga potensi tsunami di kawasan Parangtritis. Di sisi lain, kawasan ini juga menyimpan nilai budaya global melalui Sumbu Filosofi Yogyakarta yang telah diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai laboratorium hidup (living laboratory) untuk edukasi risiko bencana berbasis geowisata.
Secara metodologis, penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-method dengan kerangka Driving Forces–Pressures–State–Impact–Response (DPSIR). Metode kuantitatif digunakan untuk mengukur tingkat kesiapsiagaan kelembagaan melalui survei indeks kesiapsiagaan, sementara metode kualitatif digunakan untuk menggali faktor pendorong, tekanan, serta merumuskan model respons kelembagaan yang efektif dalam mengintegrasikan mitigasi geohazard dengan wisata edukasi bencana.
Hasil yang diharapkan dari penelitian ini tidak hanya berkontribusi pada pengembangan kajian akademik terkait kapabilitas pemerintah dan kesiapsiagaan kelembagaan, tetapi juga memberikan dasar konseptual dan praktis bagi penguatan tata kelola kebencanaan di kawasan geopark. Penelitian ini diharapkan dapat mendukung implementasi Sendai Framework for Disaster Risk Reduction 2015–2030 serta pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, kota dan komunitas berkelanjutan, serta kemitraan multipihak.
Seminar proposal ini dihadiri oleh dosen pembimbing, mahasiswa MMB lintas angkatan, serta sivitas akademika Sekolah Pascasarjana UGM. Diskusi yang berlangsung menunjukkan pentingnya penguatan integrasi lintas sektor antara kebencanaan, pariwisata, dan pengelolaan geopark dalam menjawab tantangan risiko bencana di destinasi wisata berisiko tinggi.