Di tengah perbukitan Kalurahan Muntuk, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, berdiri sebuah sekolah dasar swasta yang menunjukkan kepeloporan dalam membangun budaya sadar bencana sejak usia dini. MI Ma’arif Ngliseng, berlokasi di Dusun Ngliseng RT 07, merupakan sekolah yang pernah terdampak parah gempa bumi Yogyakarta pada tahun 2006. Sejak tragedi itu, sekolah ini tumbuh menjadi lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan tanggap terhadap risiko bencana. Kondisi geografis yang dekat dengan tebing dan wilayah rawan longsor menjadi dorongan utama bagi pihak sekolah untuk terus menanamkan pengetahuan kebencanaan secara berkelanjutan. Komitmen ini diwujudkan melalui kolaborasi bersama mahasiswa Magister Manajemen Bencana (MMB) Universitas Gadjah Mada, dalam kegiatan edukasi bencana yang dilakukan saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Arsip:
Pengabdian Masyarakat
Sleman, 16 Agustus 2024 – Indonesia dikenal sebagai negara yang sangat rentan terhadap bencana alam, termasuk erupsi gunung berapi. Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2023, lebih dari 20% wilayah di Indonesia terletak di kawasan rawan bencana. Sleman, salah satu kabupaten di Yogyakarta, berada di lereng Gunung Merapi, salah satu gunung api paling aktif di dunia. Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat, terutama di lingkungan sekolah, Program Penguatan Pilar Ketiga Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) kembali diadakan di SD Negeri Umbulharjo.