Yogyakarta, 28 Oktober 2025 – Program Magister Manajemen Bencana Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kuliah tamu dengan tema “Challenge to Short-Term Forecast of Geohazards: Establishing a Safe and Secure Society from Earthquake, Tsunami, and Volcanic Disasters”, menghadirkan Prof. Katsumi Hattori, Direktur Graduate School of Science, Chiba University, Jepang. Kegiatan ini menarik perhatian mahasiswa dari Magister Manajemen Bencana dan Magister Ilmu Lingkungan, serta Fakultas Geografi karena membahas salah satu isu paling menantang dalam ilmu kebencanaan, yaitukemungkinan melakukan prediksi jangka pendek terhadap gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung api.
Dalam paparannya, Prof. Hattori mengawali dengan menyoroti rangkaian bencana besar yang menjadi tonggak penelitian bencana geologis modern, seperti gempa Sumatra–Andaman 2004, gempa Wenchuan 2008, serta gempa dan tsunami Tōhoku 2011. Ia juga menyinggung sejarah letusan besar di Indonesia seperti Krakatau 1883 dan Merapi yang menunjukkan bahwa bencana geologis berdampak destruktif hampir setiap tahun.
Prof. Hattori menjelaskan bahwa hal ini merupakan tujuan lama yang belum tercapai, namun kemajuan teknologi membuka peluang baru melalui pendekatan data-driven forecasting. Tim penelitiannya di Chiba University tengah mengembangkan metode prediksi berbasis analisis fluktuasi elektromagnetik dan fenomena prekursor lainnya. Untuk gempa bumi, riset mereka memanfaatkan variasi medan geomagnetik, fluktuasi ionosfer, dan anomalitas temperatur permukaan, dengan menggabungkan data stasiun permukaan dan satelit. Fenomena yang memiliki korelasi statistis kuat dengan aktivitas seismik ditelaah secara mendalam untuk meningkatkan akurasi prediksi—sebuah pendekatan yang dianalogikan dengan metode epidemiologi dalam ilmu kesehatan.
Untuk aktivitas vulkanik, Prof. Hattori menunjukkan peluang deteksi dini erupsi lava melalui data satelit penginderaan jauh beresolusi rendah dari ketinggian rendah serta satelit meteorologi geostasioner. Upaya ini diharapkan mampu memberikan sinyal awal sebelum terjadi letusan yang berpotensi besar.
Menutup kuliah tamu, Prof. Hattori menekankan urgensi membangun bidang interdisipliner baru di ranah Sustainable Disaster Mitigation Science, yang mengintegrasikan geofisika, teknologi satelit, data analytics, dan ilmu sosial untuk mengurangi risiko bencana geologi di masa depan.
Kuliah tamu ini memperkaya wawasan mahasiswa MMB UGM mengenai frontier science dalam prediksi bencana geologis dan mempertegas pentingnya kolaborasi internasional dalam menghadapi tantangan kebencanaan yang kian kompleks.