Sleman, Yogyakarta – Mahasiswa Magister Manajemen Bencana Universitas Gadjah Mada turut ambil bagian dalam kegiatan edukasi kebencanaan yang diselenggarakan di Padukuhan Sumber, Balecatur, Gamping, Sleman, pada Sabtu 15 November 2025. Melalui kolaborasi dengan KKN UNY kelompok KKNM 27127, empat mahasiswa MMB yaitu Tamara, Vira, Farah, dan Afni turun langsung mendampingi narasumber dari PSBA UGM, Muhamad Irfan Nurdiansyah, dalam kegiatan sosialisasi mitigasi gempa bumi dan edukasi tas siaga bencana. Keterlibatan mereka menghadirkan suasana pembelajaran yang lebih interaktif, sekaligus memberi peluang bagi mahasiswa MMB untuk mempraktikkan ilmu kebencanaannya bersama masyarakat.
Berita
Yogyakarta – Mahasiswa Magister Manajemen Bencana (MMB) Universitas Gadjah Mada turut ambil bagian dalam gelaran The 13th International Graduate Students and Scholars’ Conference in Indonesia (IGSSCI) yang diselenggarakan pada 4–5 November 2025 di Gedung Sekolah Pascasarjana UGM. Mengusung tema “Navigating The Future: Strengthening Resilience Through Glocal Collaboration Towards World Peace”, konferensi ini menghadirkan ratusan peserta dari berbagai disiplin ilmu untuk membahas penguatan ketangguhan melalui sinergi pengetahuan lokal dan global. Dalam forum akademik tersebut, mahasiswa MMB mempresentasikan beragam penelitian yang menyoroti dinamika kebencanaan dari perspektif arkeologi, tata ruang, hidrometeorologi, kelembagaan, hingga integrasi sistem peringatan dini dengan kearifan lokal.
Mahasiswa Magister UGM Paparkan Kerangka Tata Ruang Berbasis Risiko Bencana untuk Kabupaten Magelang
Yogyakarta, 7 November 2025 — Program Magister Manajemen Bencana Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Seminar Proposal Penelitian atas nama Menif Kurniado pada hari Jum’at, 7 November 2025. Kegiatan ini berlangsung di Ruang 410, Lantai 4 Unit 1, Gedung SPs UGM, dan dihadiri oleh tim pembimbing serta mahasiswa pascasarjana lainnya.
Proposal penelitian Menif yang berjudul “Kerangka Kerja Perencanaan Tata Ruang Berbasis Risiko Bencana: Studi Kasus Kabupaten Magelang” mengangkat isu strategis mengenai urgensi integrasi antara perencanaan tata ruang dan pengurangan risiko bencana (PRB) di wilayah dengan kompleksitas ancaman tinggi seperti Kabupaten Magelang. Dalam paparannya, Menif menjelaskan bahwa Magelang merupakan kawasan multibahaya yang dikelilingi lima gunung besar, termasuk Gunung Merapi, serta mengalami peningkatan kejadian bencana, intensitas pemanfaatan ruang, dan kerugian ekonomi dalam beberapa tahun terakhir.
Yogyakarta, 28 Oktober 2025 – Program Magister Manajemen Bencana Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kuliah tamu dengan tema “Challenge to Short-Term Forecast of Geohazards: Establishing a Safe and Secure Society from Earthquake, Tsunami, and Volcanic Disasters”, menghadirkan Prof. Katsumi Hattori, Direktur Graduate School of Science, Chiba University, Jepang. Kegiatan ini menarik perhatian mahasiswa dari Magister Manajemen Bencana dan Magister Ilmu Lingkungan, serta Fakultas Geografi karena membahas salah satu isu paling menantang dalam ilmu kebencanaan, yaitukemungkinan melakukan prediksi jangka pendek terhadap gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung api.
Yogyakarta – Program Studi Magister Manajemen Bencana Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan seminar hasil tesis pada 22 Oktober 2025, dengan pemaparan penelitian dari Satrio Amrullah, mahasiswa MMB yang meneliti isu strategis terkait adaptasi perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana di wilayah pesisir Jawa Tengah. Tesis yang diangkat berjudul “Studi Adaptasi Perubahan Iklim dan Pengurangan Risiko Bencana Kabupaten Demak.”
Dalam presentasinya, Satrio mengungkap bahwa Kabupaten Demak merupakan salah satu wilayah yang paling rentan terhadap kombinasi ancaman perubahan iklim dan bahaya pesisir, seperti banjir rob, intrusi salin, kenaikan muka air laut, serta amblesan tanah yang semakin meningkat. Berbagai faktor biofisik dan sosial termasuk perubahan tutupan lahan, degradasi lingkungan, dan tekanan ekonomi masyarakat pesisir. Kesemuanya membentuk kompleksitas risiko yang memerlukan pendekatan adaptasi terpadu.
Yogyakarta, Oktober 2025 – Program Studi Magister Manajemen Bencana Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan seminar hasil tesis yang menampilkan riset strategis mengenai pengurangan risiko bencana di sektor pendidikan. Dalam kegiatan tersebut, Muhamad Irfan Nurdiansyah, mahasiswa MMB UGM, mempresentasikan penelitian tesis berjudul “Kolaborasi Pentahelix Program Satuan Pendidikan Aman Bencana di Daerah Istimewa Yogyakarta.”
Penelitian ini menyoroti bagaimana penerapan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di DIY melibatkan berbagai aktor lintas-sektor melalui pendekatan Pentahelix. Irfan menjelaskan bahwa SPAB menjadi instrumen penting dalam membangun ketangguhan sekolah di provinsi yang memiliki sejarah panjang terhadap ancaman multi-bencana seperti gempa bumi, erupsi gunung api, dan banjir.
Ponorogo – Sebanyak sepuluh mahasiswa Program Studi Magister Manajemen Bencana (MMB) Universitas Gadjah Mada dari dua angkatan melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Kabupaten Ponorogo pada 5–9 Oktober 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari kurikulum pembelajaran berbasis lapangan untuk memperkuat kompetensi mahasiswa dalam analisis risiko, kesiapsiagaan, serta pemulihan pascabencana melalui pendekatan empiris dan kontekstual di wilayah rawan bencana.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa terbagi menjadi tiga kelompok penelitian dengan fokus kajian berbeda sesuai karakteristik wilayah di Ponorogo. Kelompok pertama melakukan Evaluasi Model Bahaya Banjir BNPB melalui studi komparatif antara metode Geomorphic Flood Index (GFI) dan pendekatan Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA). Penelitian ini menganalisis ketepatan model nasional BNPB dibandingkan dengan kondisi fisik dan hidrologi lokal di Ponorogo, yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami kejadian banjir signifikan. Pendekatan MCDA digunakan guna melihat kemungkinan peningkatan akurasi pemetaan bahaya banjir berbasis data lokal serta menghasilkan rekomendasi teknis bagi pemerintah daerah.
Yogyakarta, 2 Oktober 2025 — Universitas Gadjah Mada kembali menambah deretan akademisi terbaiknya dengan dikukuhkannya Prof. Dr. Ir. Dina Ruslanjari, M.Si., Kepala Program Studi Magister Manajemen Bencana Sekolah Pascasarjana UGM, sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Lingkungan. Pengukuhan dilaksanakan di Balai Senat Universitas Gadjah Mada dengan pidato berjudul “Katalisator Ketangguhan: Peran Strategis Komunitas Lokal dalam Manajemen Bencana.”
Dalam pidato ilmiahnya, Prof. Dina menegaskan bahwa manajemen bencana tidak hanya menjadi urusan teknologi dan kebijakan formal, tetapi juga berakar kuat pada ketangguhan sosial-ekologis masyarakat lokal. “Komunitas bukan sekadar penerima bantuan, melainkan agen perubahan dan garda terdepan dalam menghadapi krisis,” tegasnya. Ia menggarisbawahi pentingnya pendekatan berbasis komunitas (community-based approach) yang menempatkan masyarakat sebagai perancang dan pelaksana kebijakan mitigasi serta adaptasi bencana yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Di tengah perbukitan Kalurahan Muntuk, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, berdiri sebuah sekolah dasar swasta yang menunjukkan kepeloporan dalam membangun budaya sadar bencana sejak usia dini. MI Ma’arif Ngliseng, berlokasi di Dusun Ngliseng RT 07, merupakan sekolah yang pernah terdampak parah gempa bumi Yogyakarta pada tahun 2006. Sejak tragedi itu, sekolah ini tumbuh menjadi lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan tanggap terhadap risiko bencana. Kondisi geografis yang dekat dengan tebing dan wilayah rawan longsor menjadi dorongan utama bagi pihak sekolah untuk terus menanamkan pengetahuan kebencanaan secara berkelanjutan. Komitmen ini diwujudkan melalui kolaborasi bersama mahasiswa Magister Manajemen Bencana (MMB) Universitas Gadjah Mada, dalam kegiatan edukasi bencana yang dilakukan saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Yogyakarta, 29 Juli 2025 — Bertempat di Ruang 410, Lantai 4 Gedung Sekolah Pascasarjana UGM, Siti Hairullina, mahasiswa Magister Manajemen Bencana Universitas Gadjah Mada, memaparkan hasil penelitiannya dalam seminar hasil tesis berjudul “Evaluasi Strategi Mitigasi Non-Struktural Dalam Mengurangi Risiko Bencana Tsunami di Desa Kuta NTB.”
Desa Kuta, yang terletak di Kabupaten Lombok Tengah, merupakan salah satu destinasi wisata super prioritas nasional yang juga berada di zona rawan tsunami. Posisi geografisnya dekat dengan zona subduksi Indo-Australia dan Eurasia, menjadikannya rentan terhadap potensi bencana tsunami. Dalam penelitiannya, Siti menyoroti pentingnya strategi mitigasi non-struktural untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan, seperti edukasi masyarakat, pelatihan evakuasi, pemasangan sistem peringatan dini (EWS), dan pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana).