Yogyakarta, 29 Juli 2025 — Bertempat di Ruang 410, Lantai 4 Gedung Sekolah Pascasarjana UGM, Siti Hairullina, mahasiswa Magister Manajemen Bencana Universitas Gadjah Mada, memaparkan hasil penelitiannya dalam seminar hasil tesis berjudul “Evaluasi Strategi Mitigasi Non-Struktural Dalam Mengurangi Risiko Bencana Tsunami di Desa Kuta NTB.”
Desa Kuta, yang terletak di Kabupaten Lombok Tengah, merupakan salah satu destinasi wisata super prioritas nasional yang juga berada di zona rawan tsunami. Posisi geografisnya dekat dengan zona subduksi Indo-Australia dan Eurasia, menjadikannya rentan terhadap potensi bencana tsunami. Dalam penelitiannya, Siti menyoroti pentingnya strategi mitigasi non-struktural untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan, seperti edukasi masyarakat, pelatihan evakuasi, pemasangan sistem peringatan dini (EWS), dan pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana).
Namun, hasil evaluasi menunjukkan bahwa implementasi strategi tersebut masih belum optimal. Sosialisasi dan pelatihan hanya menyasar kelompok tertentu seperti relawan, sementara sebagian besar warga dan pekerja pariwisata belum terlibat secara aktif. Selain itu, suara sirine peringatan dari EWS tidak terdengar di beberapa wilayah pemukiman, dan jalur evakuasi belum sepenuhnya diketahui oleh masyarakat.
Beberapa faktor pendukung yang diidentifikasi antara lain adanya relawan aktif, alokasi anggaran dari APBD, serta koordinasi antar lembaga yang cukup baik. Sementara itu, hambatan utama mencakup rendahnya partisipasi masyarakat, kurangnya pelatihan berkelanjutan, dan belum meratanya akses informasi kebencanaan.
Siti Hairullina merekomendasikan pemerataan edukasi kebencanaan, optimalisasi fungsi EWS dan rambu evakuasi, serta penguatan kapasitas kelembagaan lokal untuk meningkatkan efektivitas mitigasi tsunami di masa mendatang.