Bertempat di Ruang 410 Gedung Sekolah Pascasarjana UGM, pada tanggal 15 Juli 2025, seminar hasil tesis mahasiswa Magister Manajemen Bencana (MMB) Riska Iin Oktarina dengan judul “Penentuan Area Prioritas Program Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana Banjir Melalui Pengembangan SNI 8197 Tahun 2015 (Kasus di Kabupaten Kendal)” digelar. Riska menawarkan pendekatan yang efisien dan akurat dalam pemetaan rawan banjir untuk mendukung pengambilan keputusan kebencanaan yang lebih tepat sasaran.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya cakupan pemetaan rawan banjir di Indonesia dan kebutuhan mendesak akan metode yang dapat mempercepat serta memperbaiki akurasi pemetaan. Kabupaten Kendal, sebagai wilayah dengan indeks risiko banjir yang tinggi, dipilih sebagai lokasi studi. Mengacu pada dokumen Rencana Nasional Penanggulangan Bencana (RENAS PB), peningkatan kesiapsiagaan dan pencegahan adalah sasaran utama dalam upaya pengurangan risiko bencana nasional. Dalam penelitiannya, Riska membandingkan metode standar pemetaan banjir yang telah diatur dalam SNI 8197:2015 dengan pendekatan alternatif berbasis Geometric Flood Index (GFI) yang dikombinasikan. Hasilnya menunjukkan bahwa metode kombinasi memiliki akurasi lebih tinggi dengan nilai Overall Accuracy mencapai 85,23% dan Kappa Coefficient 0,70, jauh lebih unggul dibanding metode SNI yang hanya mencapai 72,82% dan 0,47. Artinya, pendekatan baru ini mampu meningkatkan keandalan dalam identifikasi zona rawan banjir.
Lebih dari sekadar pemetaan, penelitian ini mengarah pada penentuan area prioritas untuk program pencegahan dan kesiapsiagaan banjir, yang dibedakan ke dalam tiga jenis ancaman: banjir bandang, banjir sungai, dan banjir pesisir. Tercatat, untuk banjir sungai saja, terdapat 105 desa dengan prioritas pertama yang direkomendasikan untuk intervensi struktural dan non-struktural, seperti pembangunan tanggul, penyusunan rencana kontingensi, pemasangan sistem peringatan dini, hingga pelatihan dan simulasi bencana di masyarakat. Tak hanya itu, Riska juga mengevaluasi program-program yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kendal dan memberikan saran strategis untuk optimalisasi. Penelitiannya menyarankan integrasi pendekatan pemetaan ini ke dalam perencanaan spasial daerah serta penggunaan resolusi data topografi yang lebih tinggi untuk meningkatkan hasil di masa depan.
Penelitian ini menekankan pentingnya pengelolaan risiko bencana berbasis data, di mana ketepatan spasial menjadi kunci dalam menyusun kebijakan adaptif di tengah krisis iklim dan meningkatnya frekuensi banjir di Indonesia. Dengan metode yang lebih adaptif, efisien, dan berbasis bukti, Riska menegaskan pentingnya inovasi teknis dalam mendukung ketangguhan wilayah, khususnya di tingkat lokal.