Program Studi Magister Manajemen Bencana (MMB) Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada menggelar seminar proposal tesis mahasiswa atas nama Stella Mariska Yuncie. Kegiatan ini berlangsung pada hari Rabu, 25 Juni 2025 di Ruang Kelas 410, Lantai 4 Gedung Unit I Sekolah Pascasarjana.
Mengangkat judul “Multi-level Governance dalam Penanganan Darurat Kekeringan di Tengah Perubahan Iklim: Studi Kasus Kabupaten Bekasi”, penelitian ini memotret kompleksitas tata kelola lintas level dalam respons terhadap kekeringan yang kian meningkat di tengah ancaman perubahan iklim. Berdasarkan data BNPB, tercatat 311 kejadian kekeringan sepanjang 2019 hingga 2024, dengan lonjakan tajam pada tahun 2023 sebanyak 174 kejadian, yang memperlihatkan urgensi isu yang diangkat.
Dalam paparannya, Stella menyampaikan bahwa tata kelola multi-level (multi-level governance) menjadi pendekatan yang krusial untuk memahami bagaimana berbagai aktor lintas level (yaitu pemerintah pusat, daerah, serta komunitas lokal) berinteraksi dalam merespons darurat kekeringan. Kabupaten Bekasi dipilih sebagai studi kasus karena merepresentasikan wilayah urban-rural fringe yang kerap terdampak kekeringan serta memiliki dinamika tata kelola yang kompleks.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur kepada berbagai pemangku kepentingan, termasuk BNPB, BPBD Provinsi Jawa Barat, BPBD Kabupaten Bekasi, Dinas Sumber Daya Air dan Pertanian, serta masyarakat terdampak dan relawan. Selain itu, data sekunder diperoleh dari dokumen kebijakan, laporan darurat, serta studi terdahulu.
Kerangka konseptual yang digunakan meliputi tujuh indikator utama tata kelola: kelembagaan, komando terpadu darurat, pendanaan darurat, penguatan kapasitas, manajemen teknologi dan informasi, partisipasi masyarakat, serta pemantauan dan evaluasi. Setiap indikator dikaji melalui perspektif interaksi lintas level, efektivitas kebijakan, serta kemampuan adaptif terhadap perubahan iklim. Stella juga menyoroti pentingnya integrasi teknologi informasi, peran aktif masyarakat, serta kejelasan mekanisme pendanaan sebagai faktor-faktor penentu keberhasilan respons darurat. Penelitian ini berambisi memberikan kontribusi pada perumusan strategi kebijakan yang lebih inklusif dan kolaboratif dalam menghadapi bencana kekeringan di masa depan.
Acara seminar proposal ini dihadiri oleh para dosen pembimbing, yaitu Dr. Retnadi Heru Jatmiko, M.Sc. dan Dr. Bevaola Kusumasari, M.Si., serta mahasiswa MMB angkatan 2022 hingga 2024. Seminar berjalan interaktif dengan berbagai masukan konstruktif dari peserta dan penguji, terutama terkait integrasi dimensi iklim dalam kebijakan darurat daerah serta tantangan koordinasi antarlembaga.